DCDC Music Chart - #3rd Week of July 2021

Masuk minggu ketiga bulan Juli tahun 2021, music director dari DCDC Radio, Angga Kusuma kembali memilih dan mengulas lima band DCDC ShoutOut! untuk masuk di jajaran DCDC Music Chart. Siapa saja yang ada di daftar minggu ini? Mari disimak karya-karyanya!

Playlist of the Week (10 - 16 Juli 2021)

Playlist of the Week hadir di minggu ketiga, di edisi ke 154. Tim redaksi sudah memilih lima buah lagu yang layak untuk disertakan dalam daftar putar terbaik dalam kurun waktu 10 - 16 Juli 2021.

Lagu Religi Buat Siapa?

Lagu religi adalah salah satu bentuk dari eksploitasi nilai religius. Berdalih membawa pesan kebaikan dan menggugah orang untuk bertaubat walau sesaat di bulan suci dan hari raya. Setidaknya, mengingatkan orang masih ada surga dan neraka.

Angger Putro Coba Bermain ‘Lakon’ dalam Debut Albumnya

Album perdana dari musisi asal Lampung yaitu Angger Putro resmi dirilis. Berjudul 'Lakon', album ini ia ciptakan secara mandiri, dari mulai penulisan hingga proses pasca produksi. Angger Putro menceritakan sebagian perjalanan hidupnya dalam album ini.

Buang Kebosanan, Its Madness Sajikan Penampilan Virtual

Bosan dengan kondisi pandemi yang serba membatasi, Its Madness bersama Southside Chamber mengobatinya dengan sebuah sajian virtual. Single yang bertajuk "NOISE-excel" mereka sajikan secara live, lengkap dengan permainan visualnya.

Extreme Decay Ramalkan Dunia "Kolaps" Lewat Single Terbarunya

Extreme Decay akhirnya bangun dari mati suri. Di tengah kondisi suram buram macam hari ini, mereka hadir untuk kembali sumbang gemuruh. Merekam banyak materi baru, "Kolaps" jadi tawaran pertama sebagai penanda mereka kembali. Ini mutlak lagu protes!

Menikmati "Konservatif" dan "Bersandar" Versi City Pop Era '80an

Pablo Cikaso lagi-lagi menemukan "mangsanya". Kali ini, giliran The Adams dan White Shoes & The Couples Company yang jadi sasaran Pablo Cikaso. Ia mengaransemen ulang "Konservatif" dan "Bersandar" menjadi lagu bergaya city pop era '80an.

Song Review : Majesty – “Feelings”

Menggaris bawahi sound modern era tahun 2000an, hal itu seakan menjadi romantisme tersendiri bagi Majesty dengan pola musik pada era tersebut. Uniknya, lagu “Feelings” masih terasa ‘kekinian’ meski secara pembawaan