‘Wrath Dispersal’: Wujud Semangat Baru dari Slugfess

‘Wrath Dispersal’: Wujud Semangat Baru dari Slugfess

Sumber foto : Diambil dari siaran pers Slugfess

Album perdana Wrath Dispersal diharapkan akan menjangkau pendengar seluas-luasnya dan dapat direspon dengan baik oleh para penggemar musik

Sebuah album menjadi karya monumental bagi setiap kreatornya, tak hanya dirangkum oleh materi dengan topik-topik yang mewakili para penciptanya. Setiap album diharapkan dapat sampai di telinga pendengarnya hingga menjadi inspirasi atau bahkan sampai mewakili para setelah disimak dan dicerna dengan baik. Begitu pun dengan salah satu satu album terbaru berjudul Wrath Dispersal milik Slugfess, dimana mereka berharap albumnya dapat menjadi semangat bagi para pendengar untuk terus berjuang menghadapi segala masalah.

Band yang mengusung musik hardcore punk asal Kota Jember ini menghadirkan ritme yang ngebut dengan lirik satir dan agresif. Slugfess dihuni oleh keempat member yang terdiri dari, Noven (vokal), Olan (Gitar), Aldi (bass) dan Rio (drum). Mereka mengawali catatan bermusiknya melalui sepasang single sebagai batu loncatan, “TXT” dan “Sesat” yang rilis pada bulan September 2022 lalu dalam format digital. Melanjutkan eksistensinya, Slugfess kemudian kembali merilis 2 buah nomor, “Polkis Doom” dan “Konstan” pada tahun 2023 lalu sebagai pengantar menuju album perdananya Wrath Dispersal.

Album yang dirangkum oleh 10 nomor didalamnya dengan ritme berdinamika tinggi, mengemas lirik-lirik yang tajam dan musik yang enerjik. Slugfess membawa makna dalam album Wrath Dispersal, tentang bagaimana cara menghadapi kemarahan dan negativitas dalam kehidupan sehari-hari. Melalui album ini mereka berhasil menyampaikan pesan positif tentang pentingnya menyebarluaskan api semangat dan cinta di tengah-tengah segala bentuk kemarahan dan kebencian.

Semenjak terbentuk pada tahun 2022 lalu, Slugfess selalu menghadirkan materi di hampir setiap lagunya dengan lirik-lirik yang berbicara tentang ketidakadilan sosial dan hal penting yang luput dari pandangan umum. Slugfess menjadi salah satu band punk yang hadir menyuarakan keluh kesah di tengah-tengah anak muda yang terpinggirkan. Mereka pun berharap album terbarunya Wrath Dispersal, dapat menjadi pengingat bagi pendengarnya bahwa meskipun terkadang dunia terasa penuh kemarahan, kita selalu memiliki pilihan untuk menyebarkan kebaikan dan kedamaian.

Bersama album perdananya, Slugfess telah membuktikan bahwa mereka dapat berbicara lebih banyak dalam menjajal jejak bermusiknya. Album perdana Wrath Dispersal diharapkan akan menjangkau pendengar seluas-luasnya dan dapat direspon dengan baik oleh para penggemar musik. Melalui album tersebut, Slugfess juga menjawab eksistensinya di kancah lokal melalui scene musik hardcore punk. Pada 26 April 2024 lalu, album Wrath Dispersal mulai beredar melalui berbagai layanan digital streaming music, seperti Spotify. Silahkan simak melalui tautan di bawah ini.

BACA JUGA - The Fishka Rilis Piringan Hitam 7”, Bersama Liquidator Records

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner