Jurnal Perjalanan: 2 Agustus 2017, Ketika Bendera Merah Putih Kembali Berkibar di Wacken Open Air, Jerman

Jurnal Perjalanan: 2 Agustus 2017, Ketika Bendera Merah Putih Kembali Berkibar di Wacken Open Air, Jerman

Pagi hari yang sibuk dan ricuh akhirnya selesai dan kami segera berangkat menuju Wacken sekitar pukul 9.15 waktu Jerman menggunakan dua mobil van yang sudah disediakan oleh KJRI Hamburg. Biasanya, perjalanan dari Barmstedt ke Wacken hanya memakan waktu sekitar 30 menit, tetapi karena hari itu sudah banyak kendaraan yang berangkat menuju Wacken, perjalanan agak tersendat macet sehingga kami baru sampai di Wacken sekitar pukul 10 pagi waktu Jerman. Kami pun melihat banyak sekali mobil dengan yang ditempeli duct tape membentuk tulisan WOA di kaca belakang sepanjang perjalanan menuju Wacken.

Wacken Open Air’s vibe hijacked almost all of the North Germany area!

Setelah melewati kemacetan, akhirnya kami memasuki Desa Wacken. Area dari Wacken Open Air berada di tengah pedesaan yang tertata rapi dan bersih. Puluhan ribu metalheads dari seluruh dunia memadati kawasan ini setiap tahun. Terselenggaranya Wacken Open Air di tengah pemukiman sipil ini tidak serta merta membuat daerah Wacken menjadi kumuh, kotor, dan berantakan. Sepanjang perjalanan, kami melihat sign systems yang besar dan mengingatkan agar kami semua menjaga kebersihan dan lingkungan di sana. Secara tidak sadar, kami di brainstorm untuk sadar bahwa kami adalah pendatang dan sudah sepatutnya berterimakasih pada warga sekitar yang sudah memberi ijin hingga acara ini dapat dilaksanakan. Cara paling mudah adalah dengan tidak merusak lingkungan dan menjaga kebersihan.

Kembali pada Beside dan seluruh tim. Karena kedua mobil kami sudah ditempeli sticker V.I.P yang diberikan oleh pihak Wacken Open Air sehari sebelumnya, maka kami mendapatkan akses untuk parkir di V.I.P Area / Press yang jaraknya tidak begitu jauh dari venue. Area parkir ini bergabung dengan area camping khusus untuk pihak-pihak yang mendapatkan akses V.I.P atau Press. Sebenarnya, kami juga mendapatkan jatah untuk camping di kawasan ini selama Wacken Open Air diselenggarakan. Tetapi, melihat pengalaman Burgerkill pada tahun 2015 silam dan rekomendasi dari John Resborn, kami memutuskan untuk meminta bantuan dari KJRI dalam penyediaan tempat tinggal. Hal tersebut bertujuan untuk memberi kenyamanan, terutama untuk Beside, karena barang yang kami bawa terbilang sangat banyak, dan berkaitan juga dengan keamanan barang. Mayoritas orang yang camping di area ini adalah orang-orang yang tidak tinggal jauh dari daerah Wacken atau Jerman, sehingga barang yang mereka bawa cenderung sedikit, tidak seperti kami yang membawa belasan tas beserta koper besar.

Ketika kami sudah sampai di tempat parkir, John Resborn langsung menggiring Man Jasad untuk bergegas karena meeting khusus juri akan—atau sebenarnya sudah—dimulai. John Resborn dan Man Jasad berangkat dengan menggunakan shuttle bus khusus untuk pihak yang memiliki akses V.I.P / Press. Anggota tim yang lain menunggu di area parkir untuk diberi instruksi lebih lanjut dari John Resborn setelah ia selesai mengantar Man Jasad. Area itu sangat luas dan bersih. Rumput hijau dengan sedikit genangan lumpur terlihat sampai ujung pandangan, dengan ratusan bahkan ribuan tenda di hadapan mobil yang sudah memarkirkan mobilnya. Di sudut kiri, selain beberapa toilet portable terlihat beberapa tenda official yang merupakan tempat logistik panitia, penjual makanan, dan Press Access.

Kami hanya bisa terdiam, melamun, dan terhenyak beberapa saat setelah turun dari mobil. Kami terlalu takjub dan tidak percaya bahwa kami benar-benar menginjakkan kaki di tanah suci metalheads dunia. Branding Wacken Open Air tersebar hampir di setiap sudut area, dari mulai shuttle bus, sign systems, sampai ke hal terkecil sekalipun seperti tempat sampah atau trash bag. Mereka memang tidak main-main dalam menyelenggarakan acara ini. Festival ini sudah diselenggarakan sejak tahun 1990, dan sudah seharusnya acara ini memberikan kualitas yang minim dari kekurangan.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner