Dari Main Musik Hingga Mengajar Musik

Dari Main Musik Hingga Mengajar Musik

Menjadi pengajar tentu saja bukan tugas yang sepele. Bagi saya, proses belajar mengajar tidak hanya tentang teori musik, melainkan juga tentang meresapi keunikan setiap murid, serta menjelajahi berbagai aspek dunia musik

Seorang teman bertanya tentang apa yang paling menarik ketika jadi musisi. Dengan bercanda saya menjawab tentu pas lagi manggung, apalagi ketika melihat tampilan mbanking yang menandakan bayaran sudah cair, sehingga pulang manggung saya bisa dengan riang menuju rumah. Manggung senang, istri dan anak di rumah pun senang, karena saya pulang bawa uang hahaha. Teman saya lalu tertawa mendengar jawaban saya tersebut, sampai kemudian dia bertanya lagi soal profesi saya sebagai pengajar musik. Nah ini mulai agak serius menjawabnya.

Mungkin sama dengan banyak musisi lainnya di dunia, awalnya saya pun menjadikan musik sebagai hobi saja. Karena suka dan ingin bersenang-senang dengan musik yang saya mainkan. Sampai akhirnya hal tersebut beranjak makin serius dan menjadi musisi kemudian menjadi profesi. Ditambah kemudian saya menjadi salah satu tenaga pengajar di almamater saya dulu, di SMKN 10 Bandung, hingga kemudian waktu membawa saya menjadi salah satu tenaga pengajar di Sekolah Tinggi Musik Bandung atau StiMB. StiMB sendiri secara resmi menjadi bagian dari Yayasan Taruna Bakti sejak sekitar akhir Juli 2023 lalu dan diharapkan bisa menjadi barometer utama pendidikan musik di Kota Bandung, bahkan tingkat nasional untuk para calon musisi masa depan kebanggaan bangsa.

Menjadi pengajar musik memberi perspectif lain soal dunia musik itu sendiri, terlebih ketika ‘tugas’ mengharuskan saya untuk mempelajari lebih jauh soal drum, sejarah musik, serta karawitan, yang menjadi mata kuliah yang saya ajar. Selain itu, yang tak kalah menarik ketika saya menjalani profesi sebagai pengajar musik adalah tentang semua hal yang berhubungan dengan proses, baik itu ngulik sound, ngulik ‘kelakuan’ murid, dan semua hal yang berhubungan dengan proses. Tentu sebagai pengajar akan terasa menyenangkan jika melihat murid yang saya ajar mengalami progres yang baik, di mana hal tersebut bisa diraih dengan proses yang baik pula.

Menjadi pengajar tentu saja bukan tugas yang sepele. Bagi saya, proses belajar mengajar tidak hanya tentang teori musik, melainkan juga tentang meresapi keunikan setiap murid, serta menjelajahi berbagai aspek dunia musik. Lanskapnya luas karena pada outputnya belajar musik tidak melulu harus jadi musisi yang tampil di atas panggung. Bisa juga menjalani hal di belakang layar yang tidak kalah pentingnya.

Meskipun memang, diakui atau tidak, seperti yang saya tulis di atas, salah satu hal paling menyenangkan ketika jadi musisi adalah manggung. Apalagi mengingat saya pernah tergabung dengan beberapa band dengan genre yang berbeda. Perbedaan genre musik sedikit banyaknya berpengaruh pula pada atmosfir penonton. Misalnya saja ketika saya tergabung di band Nectura. Musiknya yang kental dengan unsur distorsi tentunya berhubungan erat pula dengan kebiasaan ‘metalhead’ menikmati musik. Begitu pula ketika saya bermain dengan band lainnya, dengan kebiasaan penontonnya yang berbeda-beda dalam menikmati musik. Persamaannya satu, dimanapun saya tampil saya selalu berusaha menikmatinya, hingga manggung dimanapun akan terasa menyenangkan untuk saya.

Semua pengalaman manggung tersebut sedikit banyaknya bisa menjadi bekal yang berguna buat saya mengajar. Jika di atas panggung, saya (atau kami sebagai sebuah band) mencoba menguasai panggung dengan pendekatan yang menyenangkan agar penonton terhibur, maka di kelas pun saya melakukan hal yang kurang lebih sama, melakukan pendekatan agar murid bisa betah dan mau mengikuti kelas saya. Jika murid nyaman dengan cara mengajar saya, diharapkan materi pelajaran yang saya berikan bisa diterima dan dicerna dengan baik oleh mereka.

Saya pikir skill dalam bermain musik bisa menjadi nomor sekian, karena lepas dari itu penting pula untuk punya attitude yang baik sebagai musisi. Mungkin hanya sekian persen saja dari materi yang saya ajarkan di kelas tentang teknis bermain musik, selebihnya penting juga ditanamkan tentang attitude yang baik. Agar tidak ‘pendek langkah’ dan bisa melanglangbuana dengan kemampuan bermusiknya. Ada banyak contoh musisi yang arogan yang kemudian tenggelam dengan sikapnya yang kurang baik.

Selain itu, tiga unsur lainnya yang tidak kalah penting dalam berkesenian adalah bagaimana kita mengasah perasaan, pengalaman, dan daya hayal. Saya pikir tiga unsur itu penting untuk kemudian diaplikasikan dalam sebuah karya seni. Musik adalah tentang rasa. Coba bandingkan orang yang bermain musik dengan rasa dan tanpa rasa, akan terasa bedanya, meskipun mungkin secara kemampuan bermain musik sama.

Lalu ada pengalaman. Saya pikir sebuah karya yang bagus biasanya berdasar pada pengalaman unik yang dirasakan si seniman/musisi itu sendiri. Menajamkan pengalaman itu menjadi sebuah karya bisa jadi terasa relate dengan penikmat karyanya, karena si penikmat bisa jadi terhubung dengan cerita yang ditawarkan, entah itu pengalaman senang atau sedih. Saya rasa itu yang kemudian menjadikan sebuah karya bisa terasa lebih hidup.

Yang terakhir daya hayal. Hal ini penting agar karya yang kita buat bisa menjadi sebuah inovasi yang menarik. Misalnya saja lagu “Pergi ke Bulan” dari Lilis Suryani. Saya pikir lagu itu menarik karena menyertakan daya hayal di dalamnya. Secara logika tentunya tidak mungkin pergi ke bulan naik delman. Tapi kalau konteksnya lagu, hal tersebut sah sah saja. Tidak ada batasan dalam sebuah karya, karena justru disanalah letak menariknya.

Sejak kecil saya diperkenalkan dengan musik, lalu tertarik untuk mempelajarinya, dari dasar sampai ahli di bidang itu. Hal yang menjadi pekerjaan rumah sekarang adalah bagaimana cara saya meneruskan estafet dari ilmu yang saya punya ke murid-murid saya. Semoga sih menarik bisa menerima dan mencernanya dengan baik, agar bermusik tidak hanya sekedar dimainkan, tapi juga dijadikan budaya positif dalam keseharian.

BACA JUGA - Serunya Menjajal Banyak Genre di Proyek Musik

Soni Reffali

Soni merupakan seorang drummer dari band AIDOAUDIO. Sebelumnya Soni juga menjadi salah satu orang yang membidani lahirnya band Nectura. Di luar kegiatannya ngeband, Soni juga merupakan salah satu tenaga pengajar di Sekolah Tinggi Musik Bandung STiMB

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner